Pasti kamu sudah tak asing dengan nama Kepulauan Seribu. Atau jangan-jangan kamu malah sedang tertarik untuk berkunjung? Banyak pulau menarik di sini. Tetapi jika kamu ingin liburan yang anti-mainstream, yuk, coba wisata Pulau Payung!
Penasaran apa saja daya tariknya yang berbeda dari wisata Pulau Seribu lain? Yuk, simak informasi lengkapnya berikut ini!
Lokasi dan Akses

Pulau Payung di mana sih persisnya? Secara administratif, Desa Pulau Payung termasuk wilayah Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan. Lokasinya unik sebab terselip di antara dua destinasi populer, yaitu Pulau Tidung di barat dan gugusan Pulau Pari atau Pramuka di timur.
Karena posisinya yang tersembunyi ini, Pulau Payung sering tidak ramai pengunjung. Jadi, kalau kamu suka tempat yang masih asri, Pulau Payung adalah destinasi liburan yang sempurna!
Sedangkan secara topografi, wilayah ini terbagi jadi dua daratan yang dipisahkan oleh perairan dangkal, yaitu Pulau Payung Besar dan Pulau Payung Kecil.
Untuk ke sana, kamu bisa pilih lewat Marina Ancol atau Pelabuhan Kali Adem. Dari Marina Ancol, kamu bisa naik speedboat yang berangkat jam 08.00 WIB.
Sementara dari Pelabuhan Kali Adem, kamu bisa membeli tiket kapal Dishub. Tapi hati-hati, tiket kapal ini sering ludes sebelum jam 07.00 WIB, jadi siap-siap berangkat subuh untuk antre!
Daya Tarik

Kamu mungkin mengira semua pulau kecil itu sama. Tapi coba bandingkan, misal, wisata Pulau Lusi yang menawarkan wisata bahari Tlocor dengan travel Pulau Payung. Nah, kamu pun pasti akan langsung menyadari perbedaannya.
Untuk itu, langsung saja simak keunikan Pulau Payung berikut ini:
1. Laguna Payung Kecil dan Taman Bawah Laut
Yang membuat Pulau Payung Pulau Seribu beda dari pulau lain adalah adanya Pulau Payung Kecil dan laguna di sekitarnya. Dasar laut di sana membentuk laguna dangkal dengan air yang sangat tenang. Kok bisa? Sebab, pulau ini terlindungi oleh karang penghalang yang meredam ombak laut lepas.
Alhasil, laguna ini cocok ideal untuk snorkeling, sekalipun untuk yang baru belajar. Tidak hanya itu, di sini kamu juga bisa mengamati karang lunak, karang keras, plus beragam ikan tropis berwarna-warni.
2. Atmosfer “Pulau Privat”
Sementara Pulau Tidung ramai oleh ribuan turis di akhir pekan, Pulau Payung justru tetap tenang. Jumlah penduduknya sedikit, hanya puluhan kepala keluarga, sehingga setiap orang punya ruang yang luas.
Jadi, kamu bisa menikmati pantai dengan bebas. Tak usah berdesakan lagi dengan wisatawan lain demi hunting foto, deh!
Di sisi lain, hampir tidak ada suara kendaraan bermotor kecuali motor listrik dan sepeda, menjadikan Pulau Payung Kepulauan Seribu destinasi ideal untuk menghindari kebisingan kota.
3. Sunset Cantik
Karena letaknya yang terbuka ke arah barat, Pulau Payung punya panggung sunset yang spektakuler. Dermaga utamanya berfungsi seperti “amphitheater alami” untuk menonton matahari terbenam. Selain dermaga, area pantai Asha Resort juga menawarkan sunset view dengan latar modern yang instagenik.
Ketika senja tiba, kamu bisa bersepeda santai keliling pulau atau duduk manis di dermaga dengan kaki menjuntai ke air, ditemani angin laut yang sepoi-sepoi.
4. Agrowisata Sukun
Tahukah kamu? Pulau ini adalah penghasil buah sukun berkualitas unggul, lho. Sebelum jadi destinasi wisata, pulau ini adalah perkebunan sukun. Hingga kini, banyak pohon sukun tua masih tumbuh di sini.
Akhirnya, warga setempat pun mengolah sukun dengan cara-cara kreatif. Tidak hanya digoreng, tetapi juga dijadikan keripik hingga bolu yang lezat.
5. Jejak Religi dan Historis
Sering terlupa, Pulau Payung juga punya potensi wisata sejarah dan religi. Bukan tanpa alasan, daerah ini terkait erat dengan pengasingan tokoh-tokoh Nusantara oleh Belanda.
Misalnya, dengan naik perahu ke Pulau Tidung, kamu bisa berziarah ke Makam Raja Pandita (Raja Tidung XIII) yang diasingkan pada 1892. Selain itu, ada pula makam Syekh yang dianggap keramat. Konon banyak peziarah yang datang mencari berkah, lho.
Harga

Kira-kira berapa budget yang harus disiapkan untuk memesan paket wisata ke Pulau Payung? Jawabannya tergantung berapa banyak peserta dan pilihan transportasinya. Ini estimasinya.
Transportasi
Untuk solo traveler atau backpacker yang memilih merencanakan itinerary sendiri, berikut rincian biaya transportasinya:
- Kapal Dishub (Muara Angke ke Pulau Payung): Rp54.000
- Speedboat (Marina Ancol ke Pulau Payung): Rp150.000 – Rp350.000
- Charter Boat (Marina Ancol ke Pulau Payung): Rp5.500.000 – Rp7.000.000
- Ojek Kapal untuk Transit (Pulau Tidung ke Pulau Payung): Rp100.000 – Rp200.000
Akomodasi
Hanya ada resor mewah di sini, jadi harganya termasuk premium. Pada hari kerja, harga mulai Rp1.350.000-Rp3.000.000 lebih per malam, tergantung pilihan vila atau glamping. Sedangkan di akhir pekan atau peak season, harganya bisa naik sampai Rp3.800.000-Rp6.500.000 per malam.
Paket Wisata
Namun, jika kamu memilih paket wisata (yang biasanya sudah mencakup transportasi dan akomodasi), berikut estimasi perbedaan harga per orang berdasarkan jumlah peserta dalam grup:
- 2 Orang: Rp1.210.000-Rp1.250.000
- 3-4 Orang: Rp975.000-Rp1.150.000
- 5-7 Orang: Rp900.000-Rp975.000
- 8-9 Orang: Rp865.000 – Rp880.000
- > 10 Orang: Rp830.000 – Rp850.000
Bicara soal paket wisata, pilihlah penyedia yang tepercaya dan betul-betul mengerti kebutuhan serta keinginanmu. Untuk itu, percayakan pada Bestur yang punya pengalaman panjang merancang trip ke berbagai pelosok Indonesia. Hubungi kami sekarang dan wujudkan wisata Pulau Payung yang tak terlupakan!