Banyak sekali taman wisata alam di Indonesia, terutama di daratan, yang menarik dengan pemandangan alam, tumbuhan, dan satwanya. Jika kamu pencinta alam dan ingin menyaksikan keindahan Indonesia dari dekat, jangan lewatkan 15 wisata cagar alam berikut ini!

1. Gunung Leuser

tempat wisata cagar alam

Taman Nasional Gunung Leuser, yang masuk dalam daftar UNESCO, ibarat laboratorium alam yang luar biasa. Uniknya, ini satu-satunya tempat wisata cagar alam di dunia di mana harimau, orangutan, badak, dan gajah Sumatra hidup bersama dalam satu kawasan yang luas.

Sementara itu, kamu bisa memilih dua pengalaman wisata yang berbeda. Pertama, melihat orangutan Sumatra sambil belajar tentang pentingnya pelestarian hutan di Bukit Lawang.

Kedua, trekking di hutan lebat dengan kanopi pohon meranti dan damar di Ketambe yang lebih terpencil. Jika beruntung, kamu bisa bertemu satwa liar seperti orangutan, siamang, dan burung rangkong badak yang langka.

2. Kerinci Seblat

taman wisata cagar alam

Ini dia taman wisata cagar alam terbesar di Sumatra, dengan luas mencapai 1,3 juta hektar. Taman Nasional Kerinci Seblat membentang di empat provinsi, yaitu Jambi, Sumatra Barat, Bengkulu, dan Sumatra Selatan. Spot yang paling hits adalah Gunung Kerinci, gunung berapi tertinggi di Indonesia.

Selain itu, ada Danau Gunung Tujuh, danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara yang juga dijuluki Danau Para Dewa. Ekosistemnya sendiri sangat unik, berupa hutan hujan pegunungan dan rawa dataran tinggi yang masih perawan.

Tambah lagi, kawasan ini juga jadi habitat utama bagi populasi harimau Sumatra dan lebih dari 370 jenis burung, termasuk tokhtor Sumatra yang langka.

3. Way Kambas

wisata cagar alam di Indonesia

Way Kambas, di ujung selatan Sumatra, punya lanskap hutan rawa air tawar dan padang ilalang yang hijau. Bintangnya tentu saja gajah Sumatra. Kamu bisa belajar tentang konservasi di Pusat Latihan Gajah (PLG) tertua di sini yang jadi favorit sebagai wisata edukasi keluarga.

Di samping itu, jangan lewatkan juga wisata susur sungai Way Kanan dengan perahu untuk mengamati satwa liar seperti buaya muara, mentok rimba, dan siamang. Menariknya, Way Kambas juga jadi wisata cagar alam di Indonesia terbaik untuk mengamati burung spesies lahan basah, lho!

Harga Tiket Masuk: Rp5.000 – Rp7.500

4. Ujung Kulon

wisata cagar alam di Jawa Barat

Selain Taman Wisata Krakatau Jungle Park, di Jawa Barat juga ada Taman Nasional Ujung Kulon yang sayang dilewatkan. Ujung Kulon merupakan situs konservasi penting di dunia sebagai satu-satunya habitat badak Jawa yang masih ada.

Destinasi yang paling hits di wisata cagar alam di Jawa Barat ini adalah Pulau Peucang, dengan pantai putih dan air bening, serta satwa jinak seperti rusa timor, babi hutan, dan monyet ekor panjang yang bebas berkeliaran di dekat penginapan.

Masih ada juga berbagai aktivitas seru lainnya termasuk snorkeling di Ciaruteun, trekking ke Karang Copong untuk berburu sunset, dan ekspedisi ke Cibom serta Tanjung Layar untuk melihat sisa-sisa mercusuar dan penjara tua Belanda.

5. Baluran

Taman Nasional Baluran

Dijuluki “Africa van Java”, Baluran menawarkan pemandangan unik, lho. Tidak seperti gambaran alam Indonesia pada umumnya yang hijau, ekosistem di sini justru berupa sabana kering, termasuk Savana Bekol yang iconic.

Di sini, kamu bisa melihat Gunung Baluran di kejauhan dengan padang rumput keemasan di musim kemarau, tempat rusa, kerbau liar, dan banteng merumput.

Selain sabana, Baluran juga punya hutan pantai di Pantai Bama. Di sini, hutan bakau raksasa bersebelahan dengan pantai berpasir putih dan terumbu karang. Uniknya, kamu juga bisa melihat fenomena “Monyet Memancing”, yaitu monyet ekor panjang yang sedang mencari kepiting di tepi pantai.

6. Tanjung Puting

Taman Nasional Tanjung Putting

Beralih ke Borneo, ada Tanjung Puting yang merupakan hutan wisata merangkap cagar biosfer terpenting di dunia.

Yang seru di sini adalah kamu bisa menyusuri sungai Sekonyer menggunakan perahu kayu tradisional bernama Klotok. Asyiknya lagi, kamu bisa tinggal di atas kapal ini selama 3-4 hari, tidur di dek semi terbuka yang tertutup kelambu, sambil menyusuri sungai berwarna hitam kemerahan seperti teh akibat kandungan gambut.

Di samping itu, kamu juga bisa mengamati satwa liar seperti Orangutan Kalimantan. Bukan cuma itu, hutan ini juga jadi habitat bagi buaya muara, macan dahan, dan beruang madu, lho!

7. Sebangau

Taman Nasional Sebangau

Masih di Kalimantan Tengah, Taman Nasional Sebangau adalah tempat perlindungan salah satu rawa gambut tropis terbesar yang masih ada, dengan cadangan karbon yang luar biasa.

Kerennya, Sebangau adalah habitat populasi orangutan liar terbesar di dataran rendah Borneo. Diperkirakan jumlahnya lebih dari 6 ribu ekor, walau sulit melihatnya karena hutannya yang lebat sekali.

Di sisi lain, jangan lewatkan keseruan menyusuri Sungai Koran, yaitu jalur air sempit yang menembus hutan rasau (pandan air). Kamu akan diajak naik kano atau speedboat kecil seolah-olah sedang berpetualang di Amazon!

8. Lore Lindu

Taman Nasional Lore Lindu

Meski jadi taman nasional, daya tarik utama Lore Lindu justru situs Megalitikum, lho! Berlokasi di Lembah Bada, Besoa, dan Napu, ada ratusan patung batu kuno berusia ribuan tahun seperti Patung Palindo yang berserakan di antara padang rumput dan hutan. Tak heran jika suasana di sini terasa mistis ala Pulau Paskah.

Di sisi lain, taman ini juga jadi surga bagi pengamat burung. Danau Tambing yang ada di ketinggian 1.700 mdpl adalah salah satu spot termudah untuk mengamati burung endemik Sulawesi. Kamu bisa kemah di pinggir danau dan bangun pagi ditemani kicauan burung kancilan dan fiery-browed myna.

9. Tangkoko

wisata cagar alam di Sulawesi Utara

Secara resmi, kawasan ini terdiri dari Cagar Alam Tangkoko-Batuangus yang tertutup untuk umum dan Taman Wisata Alam Batuputih yang bisa dikunjungi. Namun, semua orang menyebut wisata cagar alam di Sulawesi Utara ini sebagai Tangkoko.

Tangkoko sendiri terkenal sebagai tempat terbaik untuk melihat tarsius, primata kecil seukuran kepalan tangan yang aktif di malam hari. Untuk melihatnya, kamu harus masuk hutan saat sore dan menunggu di dekat pohon beringin besar hingga tarsius keluar di malam hari.

10. Bantimurung-Bulusaraung

Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung

Taman nasional ini dijuluki “The Kingdom of Butterflies” oleh Alfred Russel Wallace. Lanskap karstnya sangat menakjubkan dan jadi yang terluas kedua di dunia setelah China Selatan.

Biasanya, orang datang ke sini untuk rekreasi dan healing di Air Terjun Bantimurung. Namun, pencinta alam sejati justru datang untuk menjelajahi gua-gua prasejarah yang dipenuhi stalaktit dan stalagmit yang menawan.

11. Komodo

Taman Nasional Komodo

Taman Nasional Komodo, salah satu 7 Keajaiban Alam Dunia, adalah satu-satunya habitat asli komodo atau kadal terbesar di bumi. Pemandangannya sangat dramatis dengan bukit-bukit sabana kering yang menghijau di musim hujan, kontras dengan laut biru safir di sekelilingnya.

Sementara itu, ada tiga pulau besar di sini:

  1. Pulau Rinca punya dek pengamatan ala Jurassic Park yang memudahkan wisatawan melihat komodo.
  2. Pulau Komodo menawarkan trekking hutan kering untuk melihat komodo di alam liar. 
  3. Pulau Padar terkenal dengan pemandangan tiga teluk berpasir putih, hitam, dan merah muda yang iconic.

Kalau berniat berkunjung, pastikan mengeksplorasi ketiga pulau ikonik ini.

12. Gunung Rinjani

Taman Nasional Gunung Rinjani

Gunung Rinjani di Lombok terkenal sebagai gunung berapi terindah di Indonesia. Di dalam kaldera raksasanya ada Danau Segara Anak yang biru, dengan Gunung Barujari di tengahnya.

Nah, danau ini sendiri juga jadi spot berkemah favorit dan lokasi upacara adat Hindu, Mulang Pakelem, yang selalu dinanti wisatawan dari dalam dan luar negeri.

13. Kelimutu

Taman Nasional Kelimutu

Kelimutu di Flores terkenal dengan danau tiga warnanya, masing-masing bernama Tiwu Ata Mbupu, Tiwu Nuwa Muri Koo Fai, dan Tiwu Ata Polo. Fenomena alam ini terjadi karena reaksi kimia mineral vulkanik yang membuat warna danau berubah-ubah, seperti biru, merah, putih, hitam, dan hijau, secara tidak terduga.

Di sekitarnya, hutan yang asri jadi habitat alami bagi flora khas seperti Begonia kelimutuensis dan cemara gunung.

14. Aketajawe-Lolobata

Taman Nasional Aketajawe-Lolobata

Taman nasional di Halmahera ini ibarat surga tersembunyi bagi pencinta burung. Di sini, kamu bisa mengamati burung bidadari Halmahera, spesies Cendrawasih unik dengan bulu bahu putih yang bisa dikembangkan seperti sayap bidadari. Burung ini cuma ada di Halmahera dan pertama kali ditemukan oleh Alfred Russel Wallace.

Selain burung, kawasan ini juga dihuni Suku Togutil yang hidup berpindah di dalam hutan. Kamu boleh berinteraksi, tapi ingat untuk tetap sopan dan berhati-hati.

15. Wasur

Taman Nasional Wasur

Wasur disebut Serengeti Papua karena sabana dan lahan basahnya yang luas dan menyerupai kawasan Australia Utara. Yang paling dicari di sini adalah Rumah Semut atau Musamus setinggi 3-5 meter yang dibangun rayap dengan arsitektur menakjubkan.

Bukan cuma itu, satwa di sini juga unik. Ada kanguru, burung kasuari, dan kookaburra yang khas Australia.

Tertarik mengunjungi salah satu wisata cagar alam tadi? Rencanakan perjalananmu dengan mudah bersama Bestur yang sudah ahli mengatur trip lokal. Apa pun gaya liburanmu, kami siap mewujudkannya. Hubungi kami sekarang untuk konsultasi gratis atau pesan paket wisata impianmu!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *