Kondisi ekonomi boleh saja sedang labil, namun impianmu untuk traveling sambil healing tetap layak diperjuangkan! Kuncinya ada pada mengatur dan memanfaatkan bujet dengan cerdas supaya liburanmu tetap fun dan berkesan.
Untuk itu, cek 15 tips liburan hemat di bawah ini!
1. Coba “Skiplagging”

Bila kamu ingin mencoba tips hemat saat liburan yang satu ini, berikut langkahnya.
Misalnya kamu ingin pergi dari Kota A ke Kota B. Kamu bisa membeli tiket tujuan Kota C, tapi penerbangannya singgah di Kota B. Pilih tujuan Kota C yang persaingan rutenya ketat supaya harga tiketnya lebih murah. Begitu sampai di Kota B, kamu tetap turun di sana. Tidak perlu melanjutkan ke Kota C.
Hanya saja, skiplagging ini tidak terlalu efektif untuk penerbangan domestik. Pasalnya, kebanyakan maskapai berbiaya rendah di Indonesia memakai rute langsung dari kota ke kota. Jadi, cara ini lebih pas dipakai untuk penerbangan jauh, misalnya ke Eropa dengan transit di Singapura atau Timur Tengah.
2. Manfaatkan Program “Free Stopover” untuk Akomodasi Gratis

Lewat program ini, kamu dapat kesempatan mampir ke 2 tempat hanya dengan membeli 1 tiket. Jadi, biaya penginapan pun bisa lebih hemat!
Tertarik mencobanya? Begini caranya.
Misalnya, kamu berangkat dari Jakarta ke Paris dengan Turkish Airlines. Jangan ambil transit singkat 2 jam di Istanbul, tapi pilih transit lama sekitar 24 jam. Sesudah pesan tiket, minta fasilitas hotel gratis lewat website maskapai paling lambat 72 jam sebelum terbang.
Nah, nanti kamu dijemput di bandara Istanbul dan diantar ke hotel bintang 4 di pusat kota, gratis. Kamu bisa mengeksplorasi Istanbul seharian, lalu besoknya diantar kembali ke bandara. Lumayan, dengan tips liburan hemat ke luar negeri ini kamu bisa hemat sampai 200 Euro (sekitar Rp4 juta) untuk hotel!
3. Beli Tiket Kendaraan Umum Satuan

Dulu, tiket terusan seperti Eurail Pass atau Japan Rail Pass banyak disarankan karena harganya murah. Namun sejak 2023, harga tiket-tiket semacam ini naik cukup drastis di banyak negara. Sekarang malah lebih hemat beli tiket satuan.
Apalagi sudah banyak transportasi murah seperti Ouigo di Prancis, Avlo di Spanyol, dan Italo di Italia. Jika pesan dari jauh hari, tiketnya bisa jauh lebih murah! Tambah lagi, ada rute malam seperti FlixBus yang sekaligus bisa menghemat biaya penginapan.
Selisih biayanya sangat besar. Untuk rute Golden Route Jepang (Tokyo, Kyoto, Osaka, Nara, lalu kembali ke Tokyo), JR Pass 7 hari harganya sekitar 50.000 JPY. Padahal jika membeli tiket satuan, totalnya hanya 22.300 JPY!
Itu sudah termasuk Shinkansen Tokyo–Kyoto, kereta lokal Kyoto–Osaka–Nara, dan pesawat Osaka–Tokyo. Artinya, kamu bisa hemat lebih dari 27.000 JPY (sekitar Rp2,8 juta).
Tips liburan hemat bersama keluarga ini sangat recommended untuk menekan pengeluaran di jalan, tetapi kurang cocok bila kamu membawa banyak barang bawaan karena bisa merepotkan. Jadi, sebaiknya cek dulu list barang bawaan traveling kamu dan angkut yang penting-penting saja.
4. Coba “House Sitting”

Daripada keluar biaya besar untuk hotel, kamu bisa mencoba house sitting. Mirip baby sitting, tapi yang dijaga adalah rumah. Jadi, ketika pemilik rumah pergi, selama itu kamu boleh tinggal di sana gratis untuk menjaga rumah beserta isinya.
Kamu cukup daftar dan bayar keanggotaan di platform seperti TrustedHousesitters. Setelah itu, kamu bisa liburan di properti keren yang aslinya di luar bujetmu, seperti apartemen mewah atau vila dengan kolam renang.
Enaknya lagi, kamu bisa masak sendiri karena ada dapur. Jadi, biaya makan bisa jauh lebih hemat. Tapi ingat, tips liburan ke luar negeri murah yang satu ini hanya cocok jika kamu siap menjaga rumah dengan penuh tanggung jawab!
5. Gunakan Transportasi Malam

Adapun tips liburan hemat akhir tahun untuk aspek akomodasi yang paling berdampak pada bujet adalah dengan memanfaatkan sleeper transport.
Dengan menumpang bus malam dan kereta tidur yang ada di beberapa negara Eropa dan Asia Tenggara, kamu pun bisa melanjutkan perjalanan sambil beristirahat. Jadi, kamu bisa menghemat biaya hotel untuk satu malam penuh.
Misalnya kamu ingin pergi ke Budapest dari Praha. Jika naik kereta siang dan menginap di hotel, biayanya bisa sampai 110 Euro. Padahal, kamu bisa memilih bus malam seperti FlixBus atau RegioJet seharga 25 Euro. Dengan kata lain, kamu hemat 85 Euro (sekitar Rp1,6 juta).
Begitu tiba pagi harinya di Budapest, kamu sudah segar dan siap jalan-jalan atau lanjut ke kota lain.
6. Gunakan Aplikasi “Anti-Food Waste”

Bukan berita baru bahwa banyak negara nyatanya sedang berperang dengan limbah makanan. Makanya, muncul aplikasi seperti Too Good To Go di Eropa dan Amerika, serta Surplus di Indonesia.
Lewat aplikasi-aplikasi ini, kamu bisa membeli makanan yang tidak terjual. Jangan khawatir, makanannya bukan sisa dari piring orang lain, kok! Isinya tetap layak makan, hanya saja terpaksa dijual karena aturan kesegaran toko. Contohnya roti, salad kemasan, atau buffet hotel yang masih utuh.
Jika kamu berani mencoba kuliner yang berbeda, tips solo traveling ini patut dicoba. Melalui aplikasi Surplus, contohnya, kamu bisa mencicipi kue dari hotel bintang 5 dengan setengah harga, apalagi kalau beli di malam hari.
7. Pilih Restoran yang Ramai Dikunjungi Pekerja Lokal

Hampir di semua negara ada tempat makan yang secara khusus menarget pekerja setempat. Karena itu, tempat seperti ini menjual rasa enak, tetapi mematok harga murah supaya terjangkau oleh kelas menengah.
Jika kamu jeli menemukannya, kamu bisa makan enak tanpa khawatir bangkrut! Ini dia tips liburan hemat tapi menyenangkan sekaligus mengenyangkan yang wajib diandalkan pencinta kuliner.
Di Vietnam, contohnya, ada tempat makan bernama Com Binh Dan yang mirip warteg di Indonesia. Kamu tinggal pilih nasi dan lauk sesuai selera. Di kota besar seperti Hanoi dan Ho Chi Minh City, tempat ini gampang ditemui. Harganya pun murah, mulai dari 30.000 VND (sekitar Rp19 ribuan).
8. Beli “City Pass” dengan Cerdas

Yang satu ini termasuk tips liburan hemat untuk pemula yang paling sering disalahpahami. Sebenarnya tidak masalah jika kamu ingin membeli city pass atau tourist card. Pasalnya, satu kartu bisa kamu pakai untuk masuk banyak tempat dan naik transportasi umum.
Masalahnya, sering terjadi over-buying. Pass sudah dibeli mahal-mahal, tapi tidak sempat dipakai dengan maksimal. Jadinya malah rugi.
Karena itu, tak usah buru-buru membeli kartu seperti ini. Cek dulu apakah jadwalmu cukup longgar untuk memakainya. Selain itu, bandingkan juga apakah harga tiket satuan memang lebih mahal atau tidak.
9. Kunjungi Objek Wisata Gratis

Pelancong sebenarnya patut bersyukur, karena banyak tempat budaya di dunia yang bisa dikunjungi secara cuma-cuma! Artinya, kamu tidak harus selalu keluar uang supaya liburan tetap seru. Kamu hanya perlu aktif mencari tahu tempat mana saja yang bebas tiket masuk.
Contohnya, di Jakarta ada Taman Fatahillah yang bisa kamu nikmati tanpa bayar sepeser pun. Di London, museum-museum nasional tidak memungut tiket masuk sama sekali. Sedangkan di Paris, kamu bisa masuk Museum Louvre gratis pada hari Minggu pertama setiap bulan.
10. Bidik “Shoulder Season”

Shoulder season adalah waktu peralihan antara musim ramai dan musim sepi. Di masa ini, cuacanya masih oke untuk jalan-jalan, tapi tempat wisata sudah lebih sepi dan harganya juga lebih murah.
Namun sebenarnya, shoulder season ini tidak sama di tiap negara. Makanya, kamu perlu riset jika ingin irit biaya. Contohnya di Eropa, Juli-Agustus sebaiknya dihindari karena itu musim liburan sekolah. Akibatnya, harga pesawat, hotel, dan makan bisa melonjak tinggi.
Pilihan terbaik adalah Oktober-November. Meski agak dingin, kamu bisa ke Roma atau Paris dengan harga penerbangan dan penginapan termurah.
11. Manfaatkan Fitur Google Flights

Jika kamu fleksibel soal tujuan, fitur “Explore” dari Google Flights layak dicoba. Dengan fitur ini, kamu tidak perlu menentukan tujuan spesifik.
Misalnya, cukup masukkan “Jakarta” sebagai destinasi awal dan pilih “Anywhere” untuk tujuannya di bulan tertentu. Kemudian, Google akan menampilkan peta harga tiket ke seluruh dunia.
Tak jarang, tiket ke kota Eropa seperti Milan atau Budapest lebih hemat daripada ke kota besar seperti London atau Paris. Setelah sampai, kamu bisa lanjut naik kereta atau penerbangan lokal yang terjangkau.
12. Beli Oleh-Oleh di Supermarket Lokal

Bisa dibilang toko oleh-oleh di daerah wisata sebetulnya menjual barang yang itu-itu saja. Harganya pun dibanderol mahal. Bila kamu ke supermarket lokal, kamu bisa menemukan produk yang biasa dibeli warga setempat dengan harga normal. Bagusnya lagi, barang-barang ini justru lebih autentik dan terasa lokal.
Kalau sedang di Jepang, coba mampir ke Don Quijote. Toko ini dikenal sebagai tempat belanja hemat, dengan harga produk yang jauh lebih murah daripada di bandara atau stasiun.
13. Maksimalkan Tax Refund

Tahukah kamu, di banyak negara turis asing bisa mendapat pengembalian PPN? Nilainya lumayan, bisa sampai 20%! Dulu caranya ribet, tapi sekarang sudah praktis dan serba digital. Aturan ini sudah berlaku, misalnya, di Jepang dan Prancis.
Ketika berbelanja di Jepang, cukup tunjukkan paspor ketika membayar di kasir. Lalu, toko akan langsung mengurangi pajak sebesar 10%.
Berbeda dengan di Prancis, kamu harus meminta formulir “Detaxe” dulu. Nanti di bandara keberangkatan, datangi kios PABLO dan scan barcode formulirnya. Jika muncul warna hijau, berarti valid, dan uangnya akan dikembalikan ke kartu kredit atau berupa uang tunai.
14. Ikut “Open Trip”

Open trip berarti liburan gabungan. Di sini, operator tur mengumpulkan orang-orang atau grup kecil jadi satu rombongan supaya bisa patungan biaya, seperti sewa kapal atau jeep. Otomatis kamu akan berbagi kabin dengan peserta lain.
Bandingkan jika menyewa speedboat sendiri, misalnya, bisa habis Rp5-7 juta selama 3 hari. Di samping itu, kamu pun masih harus mencari hotel sendiri. Open trip jauh lebih murah, malahan bisa menghemat setengah dari total biaya.
15. Manfaatkan “Opaque Pricing” dalam Bundling Pesawat dan Hotel

Operator besar seperti Traveloka atau Tiket.com sebetulnya mendapatkan tarif grosir untuk pesawat dan hotel yang lebih rendah. Sayangnya, tarif ini tidak boleh dipublikasikan secara terbuka. Solusinya, harga tersebut dimasukkan ke dalam satu paket.
Artinya, kamu hanya melihat satu harga total, misalnya Rp5 juta untuk semuanya. Rinciannya tidak terlihat. Dengan cara ini, hotel tetap bisa memberi potongan besar, tetapi tidak sampai merusak harga normal di pasaran.
Caranya mudah. Pertama, cek dulu harga pesawat dan hotel secara terpisah. Setelah itu, bandingkan dengan harga paket bundling di tanggal yang sama. Jika opsi terpisah harganya Rp7 juta, sementara bundling Rp5,8 juta, berarti kamu hemat Rp1,2 juta. Selisih itu bisa kamu pakai untuk tambahan aktivitas atau wisata kuliner.
Dengan 15 tips liburan hemat tadi, jalan-jalan ke mana pun tetap fun dan budget aman. Tapi bila tidak mau ribet mengatur anggaran untuk setiap aspek perjalanan satu per satu, ada paket wisata yang bisa jadi pilihan.
Salah satunya dari Bestur. Kamu cukup menyebutkan bujet lalu tim kami akan menyiapkan itinerary yang pas. Praktis, bebas pusing. Hubungi kami sekarang untuk konsultasi gratis!